Insight Daily 13 Oct 2025 Penulis: KabarBursa.com

Akhirnya Tahu Mengapa GOTO akan Tetap Jadi Saham Rp50-an

Saham GOTO seolah “terkunci” di kisaran Rp50-an. Analisis pasar mengungkap alasan mengapa harga ini sulit ditembus meski konsensus analis masih positif.

KABARBURSA.COM – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan hingga Senin, 13 Oktober 2025. Harga sahamnya justru semakin tergerus sejak awal tahun dengan longsor 21,43 persen.Pada perdagangan sesi I Senin, saham GOTO naik tipis satu poin atau 1,85 persen ke level Rp55 per saham. Namun, pergerakan ini lebih mencerm...

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan. (Foto: Dok. GoTo)
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan. (Foto: Dok. GoTo)

Insight Navigator

  1. 01 Saham GOTO Terus di Rentang Rp50-an
  2. 02 William Hartanto: Buy on Weakness Masih Jadi Strategi

KABARBURSA.COM – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan hingga Senin, 13 Oktober 2025. Harga sahamnya justru semakin tergerus sejak awal tahun dengan longsor 21,43 persen.

Pada perdagangan sesi I Senin, saham GOTO naik tipis satu poin atau 1,85 persen ke level Rp55 per saham. Namun, pergerakan ini lebih mencerminkan volatilitas jangka pendek. Nilai transaksi harian mencapai Rp74 miliar, dengan total volume perdagangan sekitar 13,59 juta lot, angka yang sebenarnya menunjukkan aktivitas masih cukup ramai di level bawah.

Dari sisi order book, terlihat antrean beli cukup tebal di level Rp53 dan Rp50, masing-masing di kisaran jutaan lot. Ini menandakan adanya upaya menjaga harga agar tidak menembus level psikologis Rp50 per saham. 

Sementara di sisi offer, antrean besar mulai terbentuk sejak harga Rp55 hingga Rp62, dengan volume jual mencapai jutaan lot.

Tangkapan layar dari orderbook saham GOTO di Stockbit

Struktur bid-offer semacam ini membuat saham GOTO terkesan “terkunci” di rentang sempit, di mana tekanan jual mendominasi setiap kali harga mencoba naik lebih tinggi. 

Secara teknikal, kondisi ini mengindikasikan fase konsolidasi yang belum menemukan arah baru dan secara psikologis, pasar masih berhati-hati.

“Kalau dilihat, memang ada demand di area Rp50–Rp53 di mana tujuannya agar harga bisa terjada di level Rp50-an tersebut,” ujar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, kepada KabarBursa.com, Senin, 13 Oktober 2025.

Ia menambahkan, walaupun di harga Rp55 hingga Rp62 terdapat jutaan lot saham yang ramai untuk dijual, aktivitas transaksi tetap tinggi.

“Berarti walaupun misalnya posisi GOTO itu berada di kisaran di bawah Rp60, ya tapi memang bid dan offer-nya masih rapat. Ya otomatis kan masih terjadi keramaian transaksi pada saham GOTO, ya masih cukup likuid,” ujarnya.

Nafan menambahkan, secara tingkat likuiditas, GOTO memang masih kalah dibandingkan emiten besar yang misalnya tergabung dalam indeks IDX30. 

Namun, dari sisi fundamental, tantangan GOTO masih cukup berat. Kinerja keuangan semester I 2025 menunjukkan pendapatan (top line) yang tumbuh, tetapi laba bersih masih negatif. Meski begitu, kerugian bersih (net loss) mulai berkurang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Fundamentalnya masih underwhelming, tapi setidaknya net loss-nya menurun. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor,” kata Nafan.

Pasar kini menanti kinerja keuangan kuartal III-2025 yang akan menjadi indikator penting apakah GOTO mulai mampu mendekati titik impas (break even), atau masih tertahan di fase pembakaran kas.

Nafan menilai, investor akan membandingkan GOTO dengan PT Bukalapak.com (BUKA), yang lebih dulu berhasil membukukan laba bersih. 

“Jadi dengan demikian, ini pelaku pasar akan menantikan terkait bagaimana GOTO ini bisa seperti BUKA. Kalau BUKA kan sudah berhasil mencapai net profit, sedangkan GOTO ini masih belum, masih menunggu. Jadi nanti pasar akan menanti bagaimana kita mendapatkan kualitas kuartal III-nya, apalagi di full year 2025,” pungkasnya.

Saham GOTO Terus di Rentang Rp50-an

Secara teknikal, pergerakan GOTO saat ini terjepit di area support kuat Rp50 dan resistance jangka pendek di Rp55. Penembusan salah satu level ini akan menjadi penentu arah berikutnya. 

Jika menembus Rp50, saham berpotensi menguji level psikologis baru di bawahnya. Sebaliknya, bila mampu melewati Rp55 dengan volume signifikan, peluang technical rebound ke area Rp60–Rp62 terbuka.

Namun, dengan antrean jual yang menebal di rentang tersebut, peluang kenaikan masih terbatas. Pelaku pasar juga menyoroti lemahnya katalis jangka pendek, terutama setelah aksi jual asing masih berlanjut di sejumlah saham teknologi.

Dari sisi valuasi, saham GOTO memang sudah terdiskon cukup dalam sejak IPO. Namun, pasar tampaknya belum melihat katalis baru yang cukup kuat untuk memicu rerating. Strategi efisiensi dan fokus pada profitabilitas masih harus dibuktikan lewat data keuangan kuartalan yang konkret.

William Hartanto: Buy on Weakness Masih Jadi Strategi

Dalam keterangan terpisah, GoTo tetap bertahan di zona harga bawah sejak Jumat, 3 Oktober 2025. Dari data orderbook, antrean beli tebal dimulai di level 50 (auto reject bawah/ARB) hingga 53, tak jauh beda dari perdagangan hari ini.

Kepada KabarBursa.com, Founder WH-Project, William Hartanto, mengatakan bahwa antrean bawah banyak menggambarkan pelaku pasar tidak terlalu optimistis dengan saham ini. 

"Mereka mau beli pun lebih condong buy on weakness," ujar dia, Jumat, 3 Oktober 2025.

Masih mengutip Stockbit, konsensus 31 analis terhadap saham GOTO saat ini condong positif. Rekomendasi terkini menunjukkan 24 buy, 7 hold, dan tidak ada merekomendasikan sell. Target harga rata-rata berada di Rp94 per saham dengan rentang estimasi Rp70–Rp120. 

Pada harga pasar sekitar Rp56, rata-rata konsensus mengimplikasikan potensi kenaikan 68 persen, dengan skenario bawah sekitar 25 persen (ke Rp70) dan skenario atas sekitar 114 persen (ke Rp120). (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya