Insight Daily 02 Jan 2026 Penulis: KabarBursa.com

AK–BK Kompak Menyerap, Arah DKFT Mulai Terbaca?

Bid berlapis terbentuk di area bawah saat AK dan BK muncul konsisten di sisi beli, sementara antrean jual masih menunggu di atas.

KABARBURSA.COM – Saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan pergerakan yang semakin menarik dalam beberapa hari terakhir, seiring kenaikan harga yang berlangsung tanpa disertai lonjakan volume transaksi. Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026 hingga pukul 11.30 WIB atau sesi I, DKFT bertahan di level Rp785 per saham, menguat 60 poin atau 8,28 pe...

Saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan pergerakan yang semakin menarik dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Dok. Central Omega Resources)
Saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan pergerakan yang semakin menarik dalam beberapa hari terakhir. (Foto: Dok. Central Omega Resources)

Insight Navigator

  1. 01 Orderbook DKFT Membentuk Penyangga Harga
  2. 02 Pergerakan Broker Menguatkan Struktur Akumulasi

KABARBURSA.COM Saham PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mencatatkan pergerakan yang semakin menarik dalam beberapa hari terakhir, seiring kenaikan harga yang berlangsung tanpa disertai lonjakan volume transaksi. 

Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026 hingga pukul 11.30 WIB atau sesi I, DKFT bertahan di level Rp785 per saham, menguat 60 poin atau 8,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Volume transaksi tercatat sebesar 21,73 juta lot, relatif sejalan dengan rata-rata volume harian di kisaran 23,4 juta lot.

Sejak awal sesi, pergerakan harga DKFT berlangsung bertahap dan cenderung stabil. Harga bergerak naik perlahan dengan beberapa fase konsolidasi pendek. Rentang 770 hingga 780 menjadi area yang cukup lama dilewati sebelum harga akhirnya bergerak ke 785. 

Pergerakan harga yang demikian juga terjadi bersamaan dengan posisi harga yang berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek hingga menengah. Dengan Moving Average (MA) yakni MA 5 di level 733, MA 10 di 709,50, MA 20 di 704,50, serta MA 50 di 737, harga DKFT tetap bertahan di atas seluruh moving average utama. 

Hingga pertengahan sesi, tidak terlihat adanya tekanan yang mendorong harga kembali ke bawah area rata-rata tersebut.

Kondisi ini membuka ruang untuk mencermati lebih jauh struktur permintaan dan penawaran yang terbentuk di dalam orderbook, sekaligus menelusuri perilaku pelaku pasar melalui data broker summary lintas hari.

Orderbook DKFT Membentuk Penyangga Harga

Berdasarkan data orderbook dari platform Stockbit, sisi bid DKFT tersusun berlapis dari harga 780 hingga 700 dengan total antrean mencapai 85.524 lot dan 661 frekuensi. Konsentrasi bid terbesar tercatat di harga 775 dengan volume 15.555 lot dan delapan frekuensi. 

Selain itu, antrean beli juga terlihat cukup merata di area 760 hingga 750, masing-masing dengan kisaran 4.000 hingga 5.000 lot per level.

Antrean bid  membentuk lapisan permintaan yang menyebar dari harga atas hingga ke bawah. Bahkan di bawah area 750, bid masih terlihat aktif hingga level 700, mencerminkan keberlanjutan minat beli pada rentang harga yang lebih rendah.

Pada sisi offer, antrean jual tercatat mencapai total 147.622 lot dengan 741 frekuensi yang tersebar dari harga 785 hingga 905. Konsentrasi terbesar berada di harga 800 dengan volume 18.870 lot dan 137 frekuensi. 

Selain itu, antrean jual juga cukup signifikan di rentang 810 hingga 850, serta di harga 900 dan 905 yang masing-masing mencatat lebih dari 10 ribu lot.

Menariknya, penumpukan offer tersebut tidak berada tepat di harga bid aktif. Sebagian besar antrean jual justru ditempatkan dengan jarak di atas harga berjalan. Struktur ini menunjukkan bahwa tekanan jual menunggu pergerakan harga mendekat.

Struktur orderbook tersebut menampilkan lapisan bid yang relatif tebal di bawah dan penawaran yang menjauh di atas. 

Dalam pendekatan bandarmology, keberadaan struktur seperti ini kerap dibaca sebagai upaya menjaga pergerakan harga tetap stabil sembari proses transaksi berlangsung secara bertahap.

Pergerakan Broker Menguatkan Struktur Akumulasi

Struktur mikro perdagangan DKFT kemudian dapat ditelusuri lebih lanjut melalui data broker summary lintas tanggal. 

Pada perdagangan Selasa, 24 Desember 2025, pembelian saham DKFT dipimpin UBS Sekuritas Indonesia (AK) sebesar 34,4 ribu lot senilai Rp2,5 miliar. 

Pembelian juga tercatat dilakukan oleh Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) sebanyak 15,7 ribu lot senilai Rp1,2 miliar serta Buana Capital Sekuritas (RF) sebesar 10 ribu lot senilai Rp719 juta, dengan transaksi berada di rentang harga yang relatif berdekatan.

Di sisi penjualan, Mandiri Sekuritas (CC) tercatat melepas 27,5 ribu lot senilai Rp2 miliar, disusul Evergreen Sekuritas Indonesia (EL) sebanyak 23,8 ribu lot dan Korea Investment and Securities Indonesia (BQ) sebesar 20,3 ribu lot. 

Meski tekanan jual cukup besar, harga DKFT tidak menunjukkan pergeseran yang signifikan dari area konsolidasi.

Pada perdagangan Jumat, 29 Desember 2025, pola transaksi menunjukkan dinamika yang relatif serupa. JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK) memimpin pembelian dengan 16,8 ribu lot senilai Rp1,2 miliar, diikuti Stockbit Sekuritas Digital (XL) dan UBS Sekuritas Indonesia (AK). 

Sementara itu, Mandiri Sekuritas (CC) dan Korea Investment and Securities Indonesia (BQ) kembali muncul sebagai penjual utama.

Situasi tersebut berlanjut pada Senin, 30 Desember 2025. UBS Sekuritas Indonesia (AK) kembali memimpin pembelian dengan 26,8 ribu lot senilai Rp2 miliar, diikuti MNC Sekuritas (EP) serta JP Morgan Sekuritas Indonesia (BK). 

Menariknya, Mandiri Sekuritas (CC) yang sebelumnya dominan di sisi jual justru tercatat sebagai pembeli dengan nilai Rp504,8 juta. Di sisi lain, Korea Investment and Securities Indonesia (BQ) menjadi penjual terbesar dengan 22,8 ribu lot senilai Rp1,7 miliar.

Data broker summary lintas tanggal tersebut memperlihatkan adanya rotasi antar broker, namun tidak disertai perubahan struktur harga yang ekstrem. Pembelian dan penjualan terjadi secara bergantian, sementara harga tetap bertahan di area yang relatif stabil.

Secara keseluruhan, data perdagangan, struktur orderbook, serta broker summary DKFT menunjukkan konsistensi aktivitas transaksi di area harga yang sama. Kenaikan harga berlangsung bertahap, didukung oleh antrean bid berlapis di bawah serta pergerakan broker yang terukur. 

Seluruh aktivitas tersebut berlangsung tanpa lonjakan volume yang berlebihan maupun pergeseran harga yang tajam dari rata-rata pergerakan harian. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya