Insight Daily 07 Oct 2025 Penulis: KabarBursa.com

Adu Kuat EMAS dan BRMS, Mana Lebih Unggul?

Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan peluang EMAS untuk melampaui BRMS bisa terjadi karena didorong dua faktor

KABARBURSA.COM - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai mampu melampaui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dalam hal kapitalisasi pasar.Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan peluang EMAS untuk melampaui BRMS bisa terjadi karena didorong dua faktor utama.Kapitalisasi pasar EMAS saat ini berada di kisaran ...

Documentasi tambang PT Merdeka Gold Resources Tbk atau dalam kode saham EMAS. doc. EMAS
Documentasi tambang PT Merdeka Gold Resources Tbk atau dalam kode saham EMAS. doc. EMAS

Insight Navigator

  1. 01 Proyeksi Kinerja Saham
  2. 02 Kinerja Keuangan

KABARBURSA.COM -  PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dinilai mampu melampaui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dalam hal kapitalisasi pasar.

Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan peluang EMAS untuk melampaui BRMS bisa terjadi karena didorong dua faktor utama yakni cadangan emas EMAS yang jauh lebih besar serta kapasitas produksi yang lebih agresif.

"Berdasarkan data terbaru, EMAS memiliki cadangan emas mencapai 7 juta oz, melampaui BRMS yang memiliki 5,1 juta oz, bahkan menempatkan EMAS sebagai salah satu pemain emas terbesar di Bursa Efek Indonesia," ujar dia dalam risetnya yang diterima Kabarbursa.com, Selasa, 7 Oktober 2025.

Dengan proyeksi produksi mencapai 495 ribu oz per tahun, kata Hendra, EMAS berpeluang menjadi produsen emas ketiga terbesar di Tanah Air.

Hendra menjelaskan dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar EMAS saat ini berada di kisaran Rp 501 triliun, lebih rendah dari BRMS yang mencapai Rp 720 triliun.

Namun valuasi tersebut masih mencerminkan potensi besar untuk tumbuh seiring dengan ekspansi produksi dan peningkatan pendapatan yang diproyeksikan mencapai USD519 juta pada 2029.

"Jika momentum ini terus berlanjut, sangat mungkin EMAS menyalip BRMS dari sisi kapitalisasi pasar dalam jangka menengah, apalagi dengan potensi masuknya ke MSCI Index yang akan mendorong aliran dana asing masuk ke saham ini," jelasnya.

Sementara itu, Hendra menegaskan BRMS tetap menjadi salah satu emiten emas paling menarik secara jangka pendek karena didukung oleh momentum harga emas dunia yang menembus USD3.800 per troy ounce, serta faktor teknikal berupa masuknya BRMS ke VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang meningkatkan permintaan saham secara signifikan.

Secara fundamental, BRMS juga mencatat prospek pertumbuhan solid dengan proyeksi laba bersih USD106 juta pada 2026 dan produksi emas yang meningkat ke 94,9 ribu oz.

"Namun dari sisi valuasi, PER BRMS yang mencapai 80x dan PBV sekitar 6x menunjukkan harga sahamnya sudah mulai mencerminkan ekspektasi tinggi investor, sehingga penguatan berikutnya akan lebih bergantung pada realisasi produksi dan stabilitas harga emas dunia," jelas dia.

Dengan demikian, jika dilihat dari struktur cadangan, skala produksi, dan arah ekspansi jangka panjang, Hendra memandang EMAS memiliki potensi kapitalisasi pasar yang lebih besar dibandingkan BRMS, terutama bila proyek-proyeknya di Pani Gold berjalan sesuai rencana dan harga emas tetap tinggi di atas USD3.500.

Proyeksi Kinerja Saham

Dari segi saham, Hendra melihat BRMS masih menjadi bintang pasar berkat katalis ETF global dan momentum teknikal yang kuat, dengan potensi harga kembali menguji level all time high di Rp1.025.

Adapun EMAS berpeluang menguat kembali menuju level tertingginya di Rp4.950, terutama bila berhasil menarik minat investor institusional dan asing.

"Secara keseluruhan, keduanya sama-sama prospektif, namun EMAS unggul dalam kekuatan fundamental jangka panjang, sementara BRMS unggul dalam momentum jangka pendek," ujarnya.

Saham EMAS ditutup terkoreksi sebesar 1,10 persen atau turun 50 poin ke level 4.490 pada sesi I perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025.

Mengutip Stockbit, performa EMAS masih kuat dalam jangka lebih panjang, naik 23,35 persen sepekan terakhir dengan rentang Rp3.640–Rp4.950 serta tumbuh 55,90 persen sejak awal tahun dengan rentang Rp3.100–Rp4.950.

Hal serupa juga dialami BRMS. Saham ini ditutup di zona merah setelah ditutup melemah 2,55 persen atau turun 25 poin ke level 955.

Meski sesi I hari ini terpantau melemah, kinerja jangka menengah–panjang BRMS masih impresif. Dalam sepekan, naik 14,88 persen (rentang Rp860–Rp1.025), melesat 95,34 persen dalam sebulan (Rp488–Rp1.025), serta melonjak 178,90 persen year-to-date.


Kinerja Keuangan

BRMS membukukan lonjakan kinerja pada semester I 2025. Penjualan dan pendapatan usaha tembus USD120,85 juta, hampir dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu USD61,27 juta.

Laba kotor naik menjadi USD72,22 juta, sementara laba bersih dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD22,27 juta.

Sementara itu laba yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai USD22,97 juta, setara laba per saham dasar-dilusian USD0,16, dari USD0,06 setahun sebelumnya.

Di neraca konsolidasian per 30 Juni 2025, total aset BRMS mencapai USD1,19 miliar, naik dari USD1,15 miliar pada akhir 2024.

Liabilitas total sebesar USD178,0 juta, sementara ekuitas konsolidasian meningkat menjadi US$1,02 miliar. Nilai aset tetap bersih USD218,47 juta, properti pertambangan USD248,92 juta, serta aset eksplorasi dan evaluasi USD131,04 juta.

Di sisi lain, EMAS baru saja melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada 23 September 2025 setelah melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp2.880 per saham.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk mendukung modal kerja operasional anak-anak usaha MGR di bidang penambangan dan pengolahan bijih emas, serta membayar sebagian pinjaman perseroan.

MGR mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dengan potensi sumber daya 7 juta ounces emas yang digadang menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Proyek ini dirancang sebagai tambang berbiaya rendah dan berumur panjang dengan produksi puncak 500.000 ounces emas per tahun. Produksi pertama ditargetkan pada kuartal I 2026.

Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk Boyke P. Abidin mengatakan pencatatan saham perdana ini menjadi tonggak sejarah sekaligus memperkuat pondasi keuangan perseroan. “IPO ini mendukung pengembangan Pani Gold Project dan membuka kesempatan publik untuk menjadi bagian perjalanan MGR,” ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Selasa, 23  September 2025.


Adapun, EMAS menghimpun dana Rp4,66 triliun dengan harga penawaran Rp1.800–Rp3.020 per saham. Sebelumnya, masa penawaran awal berlangsung pada 8–10 September 2025, penawaran umum pada 17–19 September 2025, dan distribusi saham pada 22 September 2025.

Direktur EMAS, Albert Saputro menjelaskan IPO dilakukan saat proyek tambang emas Pani masih dalam tahap pengembangan, namun sudah mendekati penyelesaian.

“Produksi emas pertama kami targetkan pada Februari atau Maret 2026,” katanya di Main Hall BEI, pada Selasa, 23 September 2025.

Seperti diberitakan sebelumnya, laporan keuangan konsolidasian EMAS menunjukkan pendapatan tiga bulan pertama 2025 sebesar USD539.631 dengan rugi bersih USD7,88 juta.

Pada tahun penuh 2024, pendapatan tercatat USD1,74 juta dengan rugi bersih USD10,13 juta; tahun 2023 rugi USD6,83 juta; dan tahun 2022 rugi USD6,86 juta. Rasio keuangan untuk periode ini belum dapat dihitung penuh karena kegiatan operasional komersial belum dimulai.

Albert menegaskan IPO bukan sekadar memanfaatkan momentum harga emas yang sedang di puncaknya, tetapi strategi pemisahan bisnis agar EMAS fokus penuh pada komoditas emas. “Kami ingin EMAS menjadi perusahaan yang purely on gold,” ujarnya.
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya