KABARBURSA.COM – Saham PT Indosat Tbk (ISAT) mulai kembali bergerak dalam radar akumulasi pasar setelah mencatat foreign buy streak selama lima hari berturut-turut.
Pergerakan tersebut muncul ketika harga ISAT mulai rebound dari area bawah dan mendekati periode pembagian dividen tunai Rp111 per saham dengan cum date pada Rabu, 13 Mei 2026.
Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan saham ISAT berada di level 2.140 hingga pukul 12.00 WIB pada Kamis, 7 Mei 2026 atau naik 0,47 persen dibanding penutupan sebelumnya di 2.130. Dalam satu bulan terakhir, harga ISAT telah naik 5,42 persen, meski secara year to date masih terkoreksi 7,76 persen.
Arus dana asing mulai terlihat meningkat dalam beberapa sesi terakhir. Pada Rabu, 6 Mei 2026, ISAT mencatat net foreign buy Rp10,26 miliar, lebih tinggi dibanding rata-rata net foreign buy/sell MA10 yang berada di level Rp5,64 miliar.
Kondisi tersebut berlangsung ketika foreign flow ISAT mencapai Rp2,65 triliun, sedikit di atas foreign flow MA20 di level Rp2,60 triliun. Pada saat yang sama, harga saham mulai kembali bergerak di atas rata-rata MA5 di 2.091, MA10 di 2.032, dan MA20 di 2.053.
Harga Mulai Pulih Setelah Koreksi Panjang
Pergerakan ISAT dalam beberapa bulan terakhir sempat mengalami tekanan cukup panjang. Pada grafik year to date, saham ini bergerak turun dari area atas 2.400 hingga sempat menyentuh kisaran 1.950 pada akhir April 2026.
Tekanan tersebut membuat ISAT bergerak melemah dalam sebagian besar perdagangan kuartal pertama hingga awal kuartal kedua tahun ini. Pada grafik bulanan, harga saham sempat beberapa kali gagal bertahan di area 2.300–2.400 sebelum akhirnya turun ke bawah level psikologis 2.000.
Namun pola pergerakan mulai berubah sejak akhir April. Pada perdagangan 30 April 2026, ISAT ditutup di level 1.995 atau naik tipis 0,50 persen dengan nilai transaksi Rp44,9 miliar dan volume mencapai 225,62 ribu lot.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu titik awal perubahan arah harga setelah ISAT bergerak cukup lama di area bawah. Pada sesi itu, harga dibuka di 1.990 dan mulai bertahan di atas area 1.950 yang sebelumnya menjadi titik terendah dalam fase koreksi terakhir.
Perubahan ritme perdagangan kembali terlihat pada 4 Mei 2026. ISAT ditutup di level 2.080 atau melonjak 85 poin setara 4,26 persen dibanding perdagangan sebelumnya.
Kenaikan pada 4 Mei menjadi penguatan harian terbesar ISAT dalam rangkaian rebound awal Mei. Nilai transaksi saat itu mencapai Rp33,23 miliar dengan volume 161,77 ribu lot dan frekuensi 4,77 ribu kali.
Arus dana asing juga terlihat meningkat pada perdagangan tersebut. Data historical menunjukkan foreign buy mencapai Rp24,27 miliar, sedangkan foreign sell hanya Rp2,84 miliar sehingga menghasilkan net foreign buy Rp21,43 miliar.
Pergerakan itu membuat ISAT kembali masuk ke area 2.000 setelah cukup lama bergerak di bawah level tersebut. Kenaikan kemudian masih berlanjut pada perdagangan berikutnya.
Pada 5 Mei 2026, saham ISAT kembali menguat 30 poin atau 1,44 persen ke level 2.110. Nilai transaksi tercatat Rp31,82 miliar dengan volume 150,45 ribu lot dan frekuensi 4,62 ribu kali.
Meski kenaikannya tidak sebesar sesi sebelumnya, struktur harga mulai menunjukkan pola kenaikan bertahap. Harga bergerak naik tanpa lonjakan volume yang terlalu agresif.
Kondisi tersebut masih bertahan pada 6 Mei 2026. ISAT kembali menguat 20 poin menjadi 2.130 dengan nilai transaksi Rp26,59 miliar dan volume 124,01 ribu lot.
Pada sesi tersebut, foreign buy tercatat Rp16,32 miliar dan foreign sell Rp6,06 miliar. Selisih keduanya menghasilkan net foreign buy Rp10,26 miliar atau lebih tinggi dibanding rata-rata net foreign buy/sell MA10 di level Rp5,64 miliar.
Penguatan kembali berlanjut pada perdagangan 7 Mei 2026. Hingga pukul 11.59 WIB, ISAT berada di level 2.140 atau naik 10 poin setara 0,47 persen dibanding penutupan sebelumnya di 2.130.
Dalam perdagangan intraday, saham ini bergerak di rentang 2.130–2.210. Harga rata-rata transaksi tercatat di level 2.179 dengan total nilai transaksi mencapai Rp23 miliar.
Meski harga mulai bergerak naik, aktivitas volume belum sepenuhnya meningkat agresif. Pada perdagangan 7 Mei, volume ISAT tercatat 10,57 juta saham, masih berada di bawah rata-rata volume harian yang mencapai 17,2 juta saham.
Pola tersebut membuat kenaikan ISAT berlangsung relatif bertahap dibanding saham lain yang biasanya bergerak dengan lonjakan volume besar. Dalam beberapa sesi terakhir, kenaikan harga justru muncul ketika volume mulai mengecil secara perlahan.
Dari sisi rata-rata pergerakan harga, struktur teknikal jangka pendek ISAT juga mulai berubah. Harga saat ini berada di atas MA5 di level 2.091, MA10 di 2.032, serta MA20 di 2.053.
Posisi tersebut menunjukkan harga mulai kembali bergerak di atas rata-rata perdagangan jangka pendeknya. Dalam beberapa sesi terakhir, area MA20 di sekitar 2.050 juga mulai berubah menjadi titik penyangga pergerakan harga.
Secara bulanan, ISAT kini telah naik 5,42 persen dari posisi awal April. Namun secara year to date, saham ini masih terkoreksi 7,76 persen dibanding posisi awal tahun.
Broker Mulai Kumpulkan Barang di Area 2.000
Perubahan struktur transaksi ISAT mulai terlihat lebih jelas dari broker summary pasar reguler sejak akhir April 2026. Pada fase tersebut, sejumlah broker mulai aktif masuk ketika harga masih bergerak di bawah area 2.000.
Pada perdagangan 30 April 2026, broker summary mencatat net value mencapai Rp23 miliar dengan net volume 115.488 lot. Struktur transaksi hari itu menunjukkan dominasi akumulasi dengan kategori “Acc”.
KZ menjadi broker pembeli terbesar dengan nilai Rp12,6 miliar. Broker tersebut mengoleksi sekitar 63,1 ribu lot di harga rata-rata 1.989 dengan frekuensi transaksi mencapai 1,6 ribu kali.
ZP juga muncul agresif di sisi pembelian. Broker tersebut mencatat pembelian Rp4,2 miliar dengan 20,8 ribu lot pada harga rata-rata 1.995.
YU ikut masuk dengan pembelian Rp1,8 miliar di harga rata-rata 2.000. LG dan BK juga terlihat mengumpulkan barang masing-masing Rp1,7 miliar dan Rp1,6 miliar.
Di sisi distribusi, tekanan jual terbesar datang dari PD yang melepas Rp8,5 miliar di harga rata-rata 1.988 dengan volume mencapai 42,9 ribu lot. DX juga menjual Rp7,1 miliar di harga rata-rata 1.995.
Struktur tersebut menunjukkan perpindahan barang mulai terjadi ketika ISAT bergerak di area bawah. Pada sesi itu, broker pembeli mulai masuk bertahap ketika harga masih berada di sekitar area psikologis 2.000.
Perubahan ritme perdagangan kembali terlihat pada 4 Mei 2026 ketika ISAT melonjak ke level 2.080. Pada perdagangan tersebut, broker summary sempat menunjukkan distribusi mulai meningkat.
Top 1 broker tercatat mengalami “Normal Dist” dengan net volume minus 15.908 lot dan net value minus Rp3,3 miliar. Meski demikian, broker summary secara keseluruhan masih mencatat kategori “Acc”.
AK menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp5,9 miliar di harga rata-rata 2.056. Broker ZP kembali masuk dengan pembelian Rp5,6 miliar di rata-rata 2.061.
KZ juga masih aktif membeli dengan nilai Rp4,1 miliar di rata-rata 2.050. Sementara BB mencatat pembelian Rp1,7 miliar di area 2.048.
Di sisi distribusi, PD menjadi penjual terbesar dengan nilai Rp9,1 miliar pada harga rata-rata 2.050 dan volume mencapai 44,6 ribu lot. XL juga melepas Rp2,5 miliar di rata-rata 2.054.
YP tercatat menjual Rp1,9 miliar di harga rata-rata 2.060. AZ dan NI juga muncul di sisi distribusi masing-masing Rp1,3 miliar dan Rp984 juta.
Pola transaksi kembali berubah pada 5 Mei 2026 ketika ISAT bergerak naik ke area 2.110. Pada sesi tersebut, broker summary mencatat net value Rp15,8 miliar dengan net volume 74.773 lot.
Kategori transaksi berubah menjadi lebih agresif. Top 3 broker dan Top 5 broker sama-sama masuk kategori “Big Acc”.
YU menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp5,2 miliar di harga rata-rata 2.106. Broker tersebut mengoleksi sekitar 24,9 ribu lot dengan frekuensi transaksi mencapai 544 kali.
NI juga masuk agresif dengan pembelian Rp4 miliar pada harga rata-rata 2.119. PD membeli Rp3 miliar di area 2.116, sedangkan ZP masuk Rp2,8 miliar pada rata-rata 2.127.
BB kembali muncul dengan pembelian Rp739 juta di harga rata-rata 2.111. Aktivitas broker-broker tersebut membuat fase akumulasi ISAT mulai melebar ke lebih banyak pelaku pasar.
Di sisi distribusi, tekanan jual terbesar datang dari CC yang melepas Rp3,3 miliar pada harga rata-rata 2.121 dengan volume mencapai 15,7 ribu lot. XL juga menjual Rp2,4 miliar di area 2.115.
AK tercatat melepas Rp2,1 miliar di harga rata-rata 2.110. BK dan AG juga muncul di sisi jual masing-masing Rp1,1 miliar dan Rp828 juta.
Akumulasi masih berlanjut pada perdagangan 6 Mei 2026, meski ritme pembeliannya mulai lebih terbatas dibanding sesi sebelumnya. Broker summary mencatat net value Rp8,2 miliar dengan net volume 38.297 lot.
BB menjadi pembeli terbesar dengan nilai Rp5,8 miliar di harga rata-rata 2.150. Broker tersebut mengoleksi sekitar 27,2 ribu lot dengan frekuensi transaksi mencapai 1,9 ribu kali.
AI membeli Rp1,1 miliar di harga rata-rata 2.162. CC dan AK juga masih muncul di sisi pembelian masing-masing Rp501 juta dan Rp462 juta.
Sementara itu, tekanan distribusi mulai terlihat muncul di area harga lebih tinggi. DX melepas Rp2,2 miliar di harga rata-rata 2.157 dengan volume mencapai 10,1 ribu lot.
YU juga muncul di sisi jual dengan nilai Rp1,3 miliar pada harga rata-rata 2.139. XL dan BK masing-masing melepas Rp1 miliar dan Rp943 juta.
Perubahan broker summary dalam beberapa sesi terakhir menunjukkan perpindahan barang ISAT mulai berlangsung bertahap sejak area 1.990 hingga 2.150. Akumulasi tidak lagi terkonsentrasi pada satu broker tertentu, tetapi mulai tersebar pada beberapa broker besar secara bergantian.
Bid Mulai Tebal, Supply Menunggu di Atas
Struktur orderbook ISAT mulai menunjukkan perubahan keseimbangan transaksi setelah harga bergerak naik ke atas 2.100. Hingga perdagangan 7 Mei 2026, total bid tercatat 39.157 lot dengan frekuensi 486 kali.
Sementara itu, total offer mencapai 45.975 lot dengan frekuensi 1.035 kali. Jumlah frekuensi offer yang lebih besar menunjukkan aktivitas antrian jual mulai meningkat pada area atas harga berjalan.
Antrian bid terbesar terlihat berada di area bawah 2.000–2.050. Pada level 2.030 terdapat bid 5.885 lot dengan frekuensi 12 kali.
Bid besar lain juga muncul pada 2.020 sebanyak 3.571 lot dan 2.000 sebanyak 2.321 lot. Area tersebut menjadi titik penumpukan permintaan terbesar di bawah harga berjalan.
Di area lebih bawah, bid juga mulai menebal pada 1.980 sebanyak 2.226 lot dan 1.950 sebesar 2.455 lot. Pada level 1.900, antrian bid kembali muncul sebanyak 2.128 lot.
Frekuensi bid juga mulai meningkat pada beberapa level psikologis bawah. Pada level 2.100 misalnya, frekuensi bid mencapai 59 kali dengan total 2.231 lot.
Sementara pada level 2.090 terdapat bid 3.169 lot dengan frekuensi 37 kali. Struktur tersebut menunjukkan aktivitas antrian beli mulai tersebar pada beberapa lapisan harga bawah.
Di sisi atas, supply mulai terlihat lebih padat. Offer terbesar berada di level 2.300 sebanyak 8.345 lot dengan frekuensi 61 kali.
Offer besar lain muncul pada 2.200 sebesar 4.026 lot dengan frekuensi 100 kali. Pada level 2.190 terdapat offer 3.092 lot dengan frekuensi 35 kali.
Supply juga terlihat cukup tebal di area 2.600 dengan total 3.675 lot. Selain itu, offer 2.240 tercatat 1.356 lot, sedangkan 2.250 mencapai 1.988 lot.
Lapisan offer bertingkat juga mulai terlihat pada area 2.400–2.500. Pada level 2.450 terdapat offer 1.108 lot, lalu 2.500 sebanyak 2.059 lot.
Struktur tersebut membuat area atas ISAT mulai dipenuhi antrian jual bertahap. Meski demikian, harga masih bertahan di atas area psikologis 2.100 dalam beberapa sesi terakhir.
Pada perdagangan intraday 7 Mei 2026, ISAT bergerak dalam rentang 2.130–2.210. Harga rata-rata transaksi berada di level 2.179 dengan nilai transaksi mencapai Rp23 miliar.
Harga pembukaan berada di 2.170 dan sempat menyentuh level tertinggi 2.210 sebelum kembali bergerak ke area 2.140. Sementara level terendah intraday tercatat di 2.130.
Kondisi orderbook tersebut menunjukkan area bawah mulai dipenuhi penumpukan bid, sementara lapisan supply bertahap muncul pada area atas. Struktur transaksi ISAT kini bergerak di tengah keseimbangan antara penebalan permintaan bawah dan distribusi bertingkat di area resistance.
Dividen Dekat, Konsensus Masih Dominan Buy
Momentum perdagangan ISAT saat ini berlangsung mendekati periode pembagian dividen tunai. Berdasarkan data corporate action, ISAT akan membagikan dividen Rp111 per saham dengan cum date pada 13 Mei 2026.
Tanggal ex date dijadwalkan pada 18 Mei 2026, sedangkan recording date berada pada 19 Mei 2026. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 5 Juni 2026.
Dengan harga saham berada di kisaran 2.140–2.150, dividend yield ISAT tercatat sekitar 5,16 persen. Rasio pembayaran dividen atau payout ratio berada di level 60,01 persen.
Di sisi fundamental, pendapatan ISAT pada kuartal I-2026 tercatat Rp15,22 triliun. Angka tersebut meningkat dibanding kuartal I-2025 sebesar Rp13,57 triliun dan kuartal I-2024 sebesar Rp13,83 triliun.
Laba bersih kuartal I-2026 juga naik menjadi Rp1,49 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, laba bersih tercatat Rp1,31 triliun, sedangkan pada kuartal I-2024 berada di level Rp1,29 triliun.
EPS kuartal I-2026 tercatat 46,24. Posisi tersebut lebih tinggi dibanding EPS kuartal I-2025 sebesar 40,65 dan kuartal I-2024 sebesar 40,15.
Secara tahunan, annualised revenue ISAT berada di level Rp60,88 triliun. Sementara annualised net income mencapai Rp5,96 triliun dengan EPS annualised sebesar 184,97.
Kapitalisasi pasar ISAT kini berada di level Rp69,33 triliun. Enterprise value tercatat Rp121,75 triliun dengan jumlah saham beredar sekitar 32,25 miliar saham.
Struktur kepemilikan saham ISAT juga relatif ketat. Ooredoo Hutchison Asia Pte Ltd masih menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 65,64 persen atau sekitar 21,17 miliar saham.
PT Perusahaan Pengelola Aset menggenggam sekitar 9,63 persen saham ISAT. PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 8,33 persen saham.
Di sisi investor asing, Smallcap World Fund Inc menggenggam 2,05 persen saham ISAT. NS Indigo 3 Limited memiliki 1,62 persen, sedangkan Fidelity Funds memegang 1,4 persen.
Free float ISAT berada di level 16,33 persen. Struktur tersebut membuat jumlah saham beredar publik relatif lebih terbatas dibanding total saham beredar.
Jumlah pemegang saham ISAT juga terus berubah dalam beberapa bulan terakhir. Pada 31 Oktober 2025, jumlah shareholder tercatat 19.623 SID.
Jumlah tersebut turun menjadi 16.680 SID pada November 2025 dan kembali turun ke 14.524 SID pada Desember 2025. Pada Januari 2026, jumlah shareholder tercatat 14.196 SID sebelum naik menjadi 15.098 SID pada Februari 2026.
Namun pada Maret 2026, jumlah pemegang saham kembali turun menjadi 14.917 SID. Perubahan jumlah shareholder tersebut berlangsung ketika harga ISAT masih bergerak dalam fase koreksi sejak awal tahun.(*)