KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 20 Mei 2025, dengan penurunan sebesar 0,65%, atau 46,49 poin, ke level 7.094,60. Penurunan ini mengakhiri tren penguatan IHSG selama lima hari berturut-turut. Pada sesi awal, IHSG sempat mencapai level tertinggi harian di 7.202,81, namun tekanan jual yang meningkat menjelang penutupan menyebabkan indeks turun ke titik terendah hari itu di 7.088,62.
Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp405,31 miliar di seluruh pasar, dengan rincian Rp392,08 miliar di pasar reguler dan Rp13,23 miliar di pasar negosiasi. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing meliputi PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp244,56 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp216,4 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp137,07 miliar.
Sebaliknya, saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp344,99 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp172,35 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp65,4 miliar.
Dari sisi sektoral, sembilan dari sebelas sektor mengalami penurunan. Sektor barang konsumsi non-primer turun paling dalam sebesar 1,24%, diikuti sektor industri sebesar 1,18%, dan sektor barang konsumsi primer sebesar 1,16%. Sektor kesehatan dan transportasi menjadi pengecualian dengan masing-masing naik sebesar 0,62% dan 0,31%.
Volume perdagangan mencapai 25,61 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,16 triliun, tersebar dalam 1,47 juta kali transaksi. Sebanyak 388 saham ditutup melemah, 247 saham menguat, dan 172 saham stagnan.
Penurunan IHSG terjadi di tengah penguatan bursa saham Asia lainnya, seperti indeks Nikkei yang naik 0,08%, indeks Hang Seng yang naik 1,49%, indeks Strait Times yang naik 0,15%, dan indeks Shanghai yang naik 0,38%.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG pada perdagangan Selasa mencerminkan aksi ambil untung oleh investor setelah reli sebelumnya, ditambah dengan tekanan jual dari investor asing yang signifikan.
Agenda Hari Ini dan Sentimen yang Mengikutinya
Hari ini, Rabu, 21 Mei 2025, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan. Sebagian besar ekonom memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%, mengingat stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali.
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,36% ke level 7.119,90, didorong oleh penguatan sektor barang baku, kesehatan, dan barang konsumsi primer. Namun, analis memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam rentang 7.050 hingga 7.180, seiring penantian keputusan suku bunga BI.
Nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,03% ke level Rp16.407,5 per USD, mencerminkan stabilitas yang mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Secara keseluruhan, pasar hari ini dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga BI, penguatan IHSG di awal perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Investor akan mencermati hasil RDG BI sebagai penentu arah pasar selanjutnya.
Ide Perdagangan dari Sejumlah Sekuritas dan Dukungan Datanya
Pada 21 Mei 2025, beberapa sekuritas terkemuka di Indonesia memberikan rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal dan fundamental.
FAC Sekuritas merekomendasikan saham PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI), PT Panin Financial Tbk. (PNLF), PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), dan PT Armada Berjaya Trans Tbk. (AADI) dengan status Trading Buy. Fokus utama mereka adalah pada saham syariah dan sektor energi. Saham AADI menarik perhatian karena potensi pertumbuhan di sektor energi dan proyeksi dividen yang menarik.
CGS International Sekuritas menyarankan akumulasi pembelian pada saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dengan target harga jangka pendek dan manajemen risiko yang ketat.
MNC Sekuritas memberikan perhatian pada saham PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM). Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal dengan strategi Buy on Weakness.
Yuanta Sekuritas merekomendasikan pembelian saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) pada kisaran harga Rp1.090–Rp1.110 dengan target harga Rp1.200, serta PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) pada kisaran harga Rp970–Rp985 dengan target harga Rp1.050. Fokus mereka adalah pada sektor energi, kesehatan, dan transportasi yang menunjukkan ketahanan di tengah volatilitas pasar.l
Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyarankan untuk menjual saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) karena tekanan teknikal dan kegagalan mempertahankan level support. Mereka juga menyoroti potensi penguatan harga komoditas seperti emas dan logam dasar sebagai alternatif investasi.
Secara keseluruhan, rekomendasi dari berbagai sekuritas menunjukkan fokus pada sektor energi, konsumsi, properti, dan infrastruktur, dengan pendekatan yang hati-hati dan berbasis analisis teknikal serta fundamental.
Kesimpulan Pasar Hari Ini
Pada perdagangan 21 Mei 2025, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan keputusan suku bunga acuan. Sebagian besar ekonom memperkirakan BI akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%, mengingat stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali .
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,36% ke level 7.119,90, didorong oleh penguatan sektor barang baku, kesehatan, dan barang konsumsi primer. Namun, analis memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif dalam rentang 7.050 hingga 7.180, seiring penantian keputusan suku bunga BI .
Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,03% ke level Rp16.407,5 per USD, mencerminkan stabilitas yang mendukung ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Beberapa sekuritas memberikan rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. FAC Sekuritas merekomendasikan saham ASRI, PNLF, ESSA, ARTO, dan AADI dengan status Trading Buy, fokus pada saham syariah dan sektor energi. CGS International Sekuritas menyarankan akumulasi pembelian pada saham ERAA, TPIA, TOWR, BRIS, BRPT, dan KLBF dengan target harga jangka pendek dan manajemen risiko yang ketat. MNC Sekuritas memberikan perhatian pada saham CLEO, PANI, PSAB, dan TLKM dengan strategi Buy on Weakness. Yuanta Sekuritas merekomendasikan pembelian saham MEDC dan ADMR, fokus pada sektor energi, kesehatan, dan transportasi. KISI menyarankan untuk menjual saham MTEL dan UNVR karena tekanan teknikal dan kegagalan mempertahankan level support.
Secara keseluruhan, pasar hari ini dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga BI, penguatan IHSG di awal perdagangan, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Investor akan mencermati hasil RDG BI sebagai penentu arah pasar selanjutnya.
Rekomendasi Umum & Sikap Investor
Karena kondisi saat ini bersifat konsolidatif dan sensitif terhadap keputusan BI, investor umumnya disarankan untuk berhati-hati:
- Tunggu Keputusan BI: Hasil RDG BI menjadi kunci. Penurunan suku bunga bisa menjadi katalis positif jangka pendek.
- Selektif dalam Memilih Saham: Saham-saham yang direkomendasikan oleh sekuritas seperti BBCA, ANTM, TPIA, KLBF, MEDC menunjukkan sektor keuangan, komoditas, dan kesehatan masih menarik.
- Waspadai Koreksi Lebih Lanjut: Seperti yang dikemukakan oleh MNC Sekuritas, IHSG berpotensi terkoreksi jika gagal bertahan di atas support 7.031. Risiko lebih dalam bisa menguji level 6.713.
- Fokus pada Saham Defensif atau Berdividen: Sektor seperti kesehatan dan energi lebih tahan dalam volatilitas.