KABARBURSA.COM - Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat ke target Iran di Pulau Kharg pada 7 April 2026 serta ancaman lanjutan Presiden Donald Trump, yang memperparah gangguan distribusi energi global, dengan Brent bertahan di level USD110,03 per barel dan WTI mencapai USD114,25 per barel, bahkan harga minyak fisik untuk pengiriman cepat dilaporkan mendekati USD150 per barel akibat perebutan pasokan di tengah hambatan di Selat Hormuz—jalu
INFOGRAFIS Serangan Kharg Picu Lonjakan Minyak