KABARBURSA.COM - Pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp17.000 per dolar AS pada awal pekan ini memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi domestik, meskipun kemudian menguat kembali ke kisaran Rp16.869 per dolar AS. Ekonom Achmad Nur Hidayat menilai pergerakan tersebut tidak lagi sekadar fluktuasi pasar, melainkan sinyal tekanan ekonomi yang berpotensi berdampak pada inflasi, fiskal negara, serta dunia usaha, terutama karena melampaui asumsi kurs dalam APBN
INFOGRAFIS Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Disorot