KABARBURSA.COM - Penurunan tarif Amerika Serikat menjadi 19% untuk sejumlah produk padat karya Indonesia seperti tekstil, alas kaki, dan perikanan membuka peluang besar bagi peningkatan ekspor nasional. Langkah ini diperkirakan memberi sentimen positif pada saham-saham berorientasi ekspor seperti SRIL, PBRX, CPRO, hingga komoditas pendukung seperti karet dan CPO. Namun, potensi tersebut dibayangi risiko persaingan global yang kian ketat, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta tu
INFOGRAFIS Risiko tarif AS ke 19%