KABARBURSA.COM - Kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat di tengah lonjakan harga energi mulai menggeser daya tarik aset keuangan Indonesia, seiring penyempitan selisih yield yang mengurangi kompensasi risiko bagi investor global. Dalam risetnya, Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebut kondisi ini mendorong pergeseran aliran dana dari pasar negara berkembang menuju aset safe haven seperti dolar AS dan US Treasury, tercermin dari yield obligasi AS tenor 10 tahun di kisaran 4
INFOGRAFIS Kenaikan Yield AS Tekan Aset RI