KABARBURSA.COM - Di tengah reli emas yang mencetak rekor baru pada 2026, Goldman Sachs memperingatkan investor agar tidak terjebak euforia logam mulia sebagai pelindung nilai, dengan menekankan bahwa emas memiliki riwayat koreksi tajam—bahkan pernah anjlok hingga sekitar 70 persen—serta volatilitas yang kerap melampaui saham AS, sementara efektivitasnya melawan inflasi hanya terbukti pada sebagian periode panjang; sebaliknya, obligasi pemerintah AS dan
INFOGRAFIS Gold Rush 2026: Peluang dan Risiko