KABARBURSA.COM - Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah berpotensi menguat setelah periode tingginya permintaan dolar AS pada Mei–Juni 2026 mulai mereda, dengan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti kenaikan yield obligasi AS, penguatan dolar, dan ketegangan geopolitik di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga minyak dunia, namun BI tetap mempertahankan
INFOGRAFIS BI Yakin Rupiah Ditopang Fundamental Kuat